Sabtu, 09 Oktober 2010

Bukti nyata TV One

Dalam Dua Tahun tvOne Berhasil Mendapatkan Akreditasi ISO 9001 : 2008 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 21 May 2010 17:01
Tepat di usianya yang kedua tahun tvOne telah berhasil mendapatkan sertifikasi akreditasi ISO 9001:2008, dimana penyerahan sertifikasi tersebut langsung di serahkan oleh Managing Director Mr Guy Escarfail dan Director Mrs Erna Damayanti pada program Apa Kabar Indonesia Akhir Pekan. Manfaat yang didapat dari sertifikat ISO akan membuat tvOne semakin diakui sebagai sebuah stasiun televisi yang memiliki quality manajemen yang bagus, juga semakin meningkatkan kepercayaan klien-klien tvOne.

ISO 9001 (Quality Management Systems) adalah standar yang diakui secara internasional untuk kualitas manajemen bisnis. Ditujukan bagi organisasi yang merancang, membangun, memproduksi, memasang dan/atau melayani produk atau memberikan bentuk jasa apapun. Sertifikasi menyatakan bahwa proses bisnis yang berkualitas dan konsisten dilaksanakan di perusahaan atau organisasi tersebut. Sebuah perusahaan atau organisasi yang telah diaudit dan disertifikasi sebagai perusahaan yang memenuhi syarat-syarat dalam ISO 9001 berhak mencantumkan label "ISO 9001 Certified" atau "ISO 9001 Registered”.

Proses untuk mendapatkan ISO didasarkan dengan adanya SOP (Standard Operating Procedure) yang telah melalui proses audit internal (Compliance Audit) dan telah memenuhi semua persyaratan ISO 9001, kemudian bekerjasama dengan PT SGS Indonesia yang sejak dari tahun 1995 telah resmi menjadi lembaga sertifikasi, melakukan audit eksternal. Berdasarkan hasil audit eksternal inilah kemudian PT SGS memberikan rekomendasi ke UKAS (United Kingdom Accreditation Service), badan akreditasi resmi yang berada di Inggris.

Setelah dilakukan verifikasi oleh tim SGS sebagai lembaga sertifikasi di Indonesia yang digunakan oleh tvOne secara quality Management menyatakan bahwa telah menjalankan kegiatannya sesuai dengan standar operating prosedur dan dinyatakan berhasil mendapat sertifikasi ISO 9001:2008.

http://www.cantikselamanya.com/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=173&Itemid=104&limitstart=10

Bukti nyata PT Garuda Food

Dua Produk GarudaFood Raih Top Brand 2008

JAKARTA - Okky Jelly Drink dan Kacang Garuda dari GarudaFood selama dua tahun berturut-turut (2007-2008) berhasil meraih penghargaan Top Brand untuk Kategori Jelly Drink dan Kacang Bermerek.

"Prestasi kacang Garuda dan Okky Jelly Drink meraih Top Brand dua kali berturut-turut menambah "brand assets" bagi GarudaFood Group, sekaligus merupakan wujud kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk kami," ungkap Head of Marketing Division GarudaFood Group Budiman, di Jakarta, Kamis (14/2/2008).

Menurut Budiman, penghargaan Top Brand yang diraih OKKY Jelly Drink dan Kacang Garuda merupakan bukti keseriusan membangun dan memelihara merek di kategorinya masing-masng.

Top Brand merupakan anugerah tertinggi bagi sebuah merek yang diberikan oleh majalah Marketing berdasarkan hasil riset nasional yang dilakukan Frontier Consulting Group.

Survey Top Brand merujuk pada posisi merek sebagai salah satu kekuatan sekaligus aset perusahaan yang sangat tinggi nilainya. Sebagai aset yang tidak kasat mata (Intangible Asset), keberadaan merek acap kali melebihi aset yang nyata (Tangible Asset).

Kenyataan ini yang menjadi tantangan bagi para pelaku bisnis, termasuk yang bergerak di industri Consumer Goods untuk terus meningkatkan awareness merek mereka di benak publik.

Selain sebagai identitas, merek juga mampu menciptakan ekuitas yang tinggi bagi perusahaan, image, dan loyalitas jangka panjang. Merek terkuat dalam riset Top Brand adalah merek yang selama bertahun-tahun mampu menempatkan diri pada posisi puncak (Top), yakni Top of market share, Top of mind share, dan Top of commitment share. (rhs) 
 http://autos.okezone.com/read/2008/02/14/19/83548/19/dua-produk-garudafood-raih-top-brand-2008
 

 

bukti nyata usaha catering

Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa pada situasi sekarang semua orang berusaha untuk meningkatkan ekonomi dan mencari pendapatan baru dengan melakukan usaha sendiri (wirausaha), entah mereka yang akan / sudah pensiun, usaha sampingan sebagai tambahan penghasilan, korban PHK atau para pemula yang baru lulus sekolah dan belum dapat pekerjaan, Ibu rumah tangga yang ingin membantu ekonomi keluarg bahkan yang hanya menyalurkan hobby saja tapi akhirnya berharap menjadikan sebuah bisnis.
Usaha makanan terutama untuk katering mulai banyak dipilih karena dianggap mempunyai untung yang besar dan pasarnya sangat luas ( banyak muncul katering dadakan…) memang benar paling tidak dengan usaha ini bisa ikut makan dan untuk membantu biaya rumah tangga sehingga tidak perlu memakai pendapatan tetap (gaji sebagai karyawan)…kata sebagian orang…iya juga sih asal usahanya jalan, padahal kalau kita menjalankan usaha ini dengan benar tidak hanya bisa ikut makan dan biaya sehari-hari bahkan ada yang bisa beli mobil,rumah…dll...

Tetapi lebih banyak yang tidak berhasil dalam mewujudkan cita cita / mimpi karena dalam memilih jenis usaha dan membuat konsepnya tidak tepat, kadang orang hanya ikut-ikutan saja dalam memilih usaha seperti yang sudah banyak terjadi contohnya : Pada suatu dekade sedang rame orang menjalankan usaha ikan Lohan, Jangkrik, Udang Lobster air tawar yang penghasilannya sangat menjanjikan dan biasanya yang menjalankan usaha tersebut para malah pakar dalam ilmunya. Sehingga masyarakat yang sedang mencari peluang akan tertarik dengan usaha yang ditawarkan pada saat itu tetapi tidak sampai kurun beberapa lama semuanya akan hilang lagi.
Ini semua mencerminkan bahwa pelaku usaha yang seperti ini tidak jeli dalam melihat peluang bisnis, sebenarnya tidaklah susah jika kita mau jeli terhadap lingkungan sekitar kita yang kadang tidak disadari, coba kita amati usaha apa saja yang ada di sekitar kita. Apakah ada yang jualan makanan entah dalam sekala kecil Warung kopi, kaki lima, gerobak dorong , Warung makan permanen, Restoran, Bakery pasti ada salah satu dari semua itu bahkan mungkin semuanya ada, indikator yang paling nyata di semua stasiun TV ada di Indonesia pasti ada acara mengenai usaha Jasa Boga yang hebat lagi satu stasiun TV memiliki beberapa acara kuliner bahkan didalam sebuah acara kadang disisipkan kuliner ….wuiih lihat betapa dahsyatnya peluang usaha Jasa Boga di muka bumi ini.
Semua indikator diatas tadi menunjukan bahwa dimana masih ada manusia hidup pasti usaha Jasa Boga tetap hidup, nah ….kalau sudah begini tidak salah kita memilih jenis usaha ini tetapi untuk semua itu perlu pengetahuan mengenai usaha Jasa Boga. Mari coba kita pilih usaha Jasa Boga mana yang paling mungkin kita pilih untuk sebagai sebuah usaha karena banyak macam jenisnya dalam usaha ini.
Saya memilih usaha katering karena sudah mencoba segala macam bentuk jenis usaha kuliner yang silih berganti mulai dari jual pecel di atas trotoar,ayam bakar,pisang goreng,es kelapa muda sampai bikin kafe, menjalankan restoran milik orang lain, dari pengalaman saya selama 10 tahun menjalankan usaha katering membuktikan tidak harus memiliki latar belakang sekolah kuliner, karena walaupun seorang pakar dalam bidang kuliner ( Chef ) belum menjamin mampu / bisa membuat usaha katering…mau bukti coba survey dari semua usaha Jasa Boga di kota anda ada berapa orang Chef yang mempunyai bisnis kuliner terutama khususnya jasa catering pesta….kenapa ya..? yang punya usaha ini malah kebanyakan tidak mempunyai latar belakang sekolah kuliner….pada kemana mereka lulusan sekolah kuliner…?
Padahal kalau kita mau lihat hitungan diatas kertas usaha ini sangat menjajinkan Coba kita lihat catering untuk pesta perkawinan pada bulan tertentu sampe kewalahan menerima order selain setiap bulan selalu ada, mereka yang mengadakan pesta perkawinan semua membutuhkan jasa catering ,tetapi banyak yang tidak terlayani. Kenapa? mungkin karena kapasitas produksinya sudah penuh atau harga yang tidak terjangkau.
Kalau kita mau lihat permintaan yang tinggi indikatornya banyak sekali, contohnya : banyak Wedding organize, jasa rias, jasa foto video, majalah yg isinya Wedding, jasa MC, sewa mobil pengantin, sewa gedung untuk pesta, dll. banyak muncul bak kacang goreng, semua adalah sarana untuk mengadakan pesta perkawinan.
Tidak setiap sebuah pesta perkawinan acara yang paling ditunggu adalah sajian makanannya betul tidak….???? Jarang orang datang ke sebuah pesta perkawinan menanyakan, Pengantinnya sewa mobil dimana,.Beli baju dimana,.. Siapa periasnya, …dari acara pesta yang butuh waktu hanya sekitar 2-3 jam pelaksanannya 80 % dari waktu itu untuk menikmati hidangan.
Pemilik acara sengaja mengundang untuk makan bersama padahal biaya untuk pemesanan catering masyarakat kita punya budaya untuk mengadakan pesta acara perkawinan adalah wajib karena dianggap upacara yg sakral dan dilakukan sekali dalam hidup, kita bisa berhitung berapa usia yang siap menikah di kota kita dan ada berapa perusahaan jasa catering pesta yang ada, segmen pasarnya dibagi 3 yaitu pasar atas, menengah dan bawah….. bisa kebayangkan peluang usaha yang menjanjikan ini, masih banyak peluang lain dari jenis usaha jasa katering seperti : acara seminar, Untuk balai pelatihan Instansi pemerintah, karyawan kantor ( Bank ), Karyawan industri ( pabrik), dll.
Peluang di segmen bawah sudah mulai popular sekarang di beberapa kota seperti pengusaha kecil penyedia nasi bungkus untuk segmen paling bawah yang dengan harga sebungkus Rp 1 000 – Rp 3 000 sering disebut sego kucing (Jawa), nasi janggo ( Bali ) di beberapa counter disudut pusat perbelanjaan di Surabaya ( mall )sudah ada yang menjual nasi kucing untuk mereka yang segmen menengah ke atas yang kepingin mencicipi nasi kucing tapi gak perlu beli dipinggir jalan bareng tukang becak…aneh ya manusia, tapi ini kenyataan yang ada.


http://usaha-katering.blogspot.com/2009/03/kenapa-usaha-katering-menjanjikan_09.html

Bukti nyata usaha baju

Dalam berbagai kesempatan, saya selalu bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang. Suatu ketika, saya bertemu dengan seorang pengusaha pakaian muslimah. Ia berjualan di Tanah Abang. Konternya selalu ramai dipadati pembeli. Orang yang memesan untuk dijual lagi pun banyak yang berdatangan ke konternya. Selain dikenal mempunyai produk baju-baju muslim yang berkualitas bagus, harga yang ditawarkannya pun termasuk murah.

Ibu ini, sebutlah namanya Bu Suci, sebelumya adalah seorang pegawai di sebuah bank swasta. Menurut penuturannya, ia sebenarnya punya jenjang karir yang lumayan bagus di kantornya. Jabatan terakhirnya adalah senior manager bidang keuangan. Suatu ketika, ia membeli sebuah baju muslim di Tanah Abang yang akan digunakan untuk mengikuti pengajian di kantornya. Singkat cerita, ternyata rekan sekantornya banyak yang berminat untuk mendapatkan baju sejenis miliknya. Satu dua orang kemudian memesan untuk dibelikan baju yang sama.


Jangan Remehkan Peluang Sekecil ApapunUntuk satu pesanan baju, ia menetapkan harga dengan selisih keuntungan sekitar Rp20 ribu per baju. Jika dinilai dengan upaya belanja ke Tanah Abang, keuntungan itu hanya untuk menutupi ongkos transportasi saja. Meski begitu, Bu Suci sudah merasa senang. Karena, ia merasa bahwa ternyata baju yang dibeli di Tanah Abang bisa dijual dengan harga lebih mahal. Maka, meski kecil untungnya, ia pun kemudian rajin menawarkan baju-baju model lain yang juga diperolehnya dari Tanah Abang ke rekan kerja atau tetangganya.

Tak disangka, sambutan pasar pun makin baik. Dari satu dua pesanan, akhirnya jumlah pemesan pun makin banyak. Bahkan, jika mendekati hari raya, pesanan pembelian sangat berlimpah. Tak terasa, keuntungan yang diraih pun makin berlipat. Melihat keuntungan yang makin naik, Bu Suci pun akhirnya memutuskan untuk menekuni penjualan baju lebih serius. Ia pun kemudian menjadi agen tunggal beberapa merek yang dijual di Tanah Abang. Hubungannya dengan supplier penyedia baju-baju muslim makin bagus. Pesanan yang mengalir kepadanya kemudian tak hanya menjelang hari raya, namun juga tetap banyak di hari-hari biasa.

Kini, Bu Suci akhirnya memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya di bank dan kemudian menyeriusi usaha jual baju muslim. Ia menggunakan metode direct selling dengan menyebar brosur ke semua relasinya. Ia juga melayani pembelian online dari website yang dikembangkannya. Uniknya, sampai sekarang, ia tak pernah punya usaha penjahitan sendiri. Jadi, dari dulu, ia hanya menjualkan produknya orang lain. Namun, karena pasar yang sudah makin luas, ia bisa mengambil barang ke supplier-nya dengan mudah. Bahkan, fasilitas harus membayar cash seperti yang dulu harus dilakukan saat mengawali usaha ini, kini tak lagi dialaminya. Kepercayaan para supplier baju sudah sangat tinggi kepada Bu Suci.

Saat ngobrol dengannya, saya pun bertanya kepadanya. Bagaimana Ibu bisa sampai memilih keluar kerja dan jadi pengusaha? Si Ibu enteng menjawab, "Karena saya merasa harus segera meraih peluang sekecil apapun yang ada di depan saya."

Jawaban yang sepele. Namun, jika dilihat dari bukti nyata yang dialaminya, Bu Suci seolah menegaskan, kesempatan baginya adalah sebutir mutiara yang harus segera diambilnya. Lepas dari pertimbangan apapun yang dimiliki Bu Suci saat memilih keluar kerja, sebenarnya apa yang disebut Bu Suci sebagai peluang kecil itu memang bertebaran di mana-mana. Sayangnya, kadang kita meremehkannya. Atau, bahkan, kita takut untuk meraihnya karena dianggap keuntungannya sangat minim. Padahal, jika diseriusi, untung yang kecil ini jika dikumpulkan bisa menjadi jauh berlipat ganda.

Maka, alangkah baik jika kita mulai saat ini tidak lagi meremehkan peluang, sekecil apapun, yang ada di depan kita. Bagi Anda yang punya bisnis percetakan misalnya. Jangan tolak pesanan kartu nama yang mungkin nilainya tak seberapa dari seseorang. Sebab, bisa jadi dari pesanan kecil itu, jika si pemesan puas, ia akan merekomendasikan usaha cetak Anda ke teman-temannya. Bagi Anda yang punya bisnis katering, jangan tolak pula pesanan-pesanan kecil yang masuk kepada Anda. Sebab, bisa jadi, dari pesanan yang sedikit, ia akan merekomendasikan katering Anda pada relasinya. Begitu seterusnya. Dari orderan kecil, dari peluang sekecil apapun, jika diseriusi, bisa jadi, akan terkumpul peluang-peluang lain yang jauh lebih besar, untuk memajukan usaha.

http://connecti.biz/library_articles.php?artikel_id=150&kategori_id=59

Buruh pabrik

Produksi Turun, Buruh Pabrik Rokok Dikurangi  

Noor Ramadhan

18/04/2010 12:58
Liputan6.com, Malang: Meskipun para buruh Pabrik rokok Jati Mesem hanya bekerja tiga hari dalam seminggu, namun mereka tetap semangat bekerja, Ahad (18/4). Kondisi ini terjadi sejak perusahaan terkena imbas peraturan menteri keuangan yang menaikkan harga pita cukai hingga 65 persen.

Dari 800 buruh yang sebelumnya bekerja di tempat ini, kini hanya tersisa 18 orang. Itupun, mereka bekerja jika perusahaan  menerima order pembelian. Persoalan rokok ini memang menjadi dilema. Hasil studi lembaga demografi Fakultas Ekonomi  Universitas Indonesia, menunjukkan ekonomi tembakau justru menciptakan rantai kemiskinan bagi kaum miskin.

Pengeluaran untuk rokok di keluarga miskin telah menggeser dana untuk gizi dan pendidikan. Padahal rokok sangat berbahaya bagi kesehatan. Rokok mengandung empat ribu zat kimia yang berpotensi menimbulkan berbagai penyakit. World Health Organization atau WHO menegaskan, setiap enam detik satu orang meninggal karena merokok. Namun disisi lain, ada ribuan buruk pabrik rokok, petani tembakau dan sektor lain yang bergantung pada industri ini.

Disini perlu kebijakan pemerintah, para buruh yang kehilangan pekerjaannya bisa bekerja di sektor lain. Sementara petani tembakau bisa menanam tanaman yang lebih menguntungkan.(IDS/AYB)

http://berita.liputan6.com/ekbis/201004/272983/Produksi.Turun.Buruh.Pabrik.Rokok.Dikurangi

karyawan flexi

Serikat Karyawan Telkom Tolak Penggabungan Flexi Esia
Banjarmasinpost.co.id - Sabtu, 2 Oktober 2010 | Dibaca 100 kali | Komentar (0)
BANJARMASINPOST.co.id, SURABAYA - Serikat karyawan Telkom menolak penggabungan Flexi Esia anak perusahaan Group Bakrie karena dinilai semakin merugikan kalangan pekerja dan masyarakat dibandingkan dengan manfaatnya.

"Sikap penolakan kami ini harus diambil, karena penggabungan ini berpotensi digugat banyak pihak karena melanggar persaingan usaha di sektor telekomunikasi," kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Serikat Karyawan Telkom, Wisnu Adhi Wuryanto, per telepon dari Bandung, Sabtu.

Menurut dia, pelanggaran persaingan usaha tersebut pernah disuarakan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menyatakan penggabungan ini akan merugikan masyarakat karena perusahaan hasil penggabungan ini dapat mempermainkan tarif CDMA.

"Apalagi, penggabungan Flexi - Esia akan menguasai lebih 90 persen pangsa pasar CDMA. Kalau ini terjadi, masyarakat bisa menjadi korban monopoli kedua perusahaan tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan saat ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan penggabungan Flexi dengan Esia atau dengan perusahaan manapun karena performa kinerja yang ada.

"Bahkan, Serikat Karyawan Flexi akan tetap nyaman jika tetap berada di naungan bendera Telkom Group," katanya.

Ia menilai penggabungan kedua operator CDMA tersebut kental nuansa politis, baik dilihat dari posisi Esia sebagai anak perusahaan Group Bakrie maupun dihubungkan dengan rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Telkom yang mengagendakan penggantian Direksi Telkom dalam waktu dekat.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Sekar Telkom, Asep Mulyana, mengkhawatirkan dampak penggabungan Flexi dengan Esia terhadap karyawan Telkom yang saat ini ditempatkan di Divisi Flexi.

"Penggabungan tersebut bisa mengakibatkan ketidakjelasan status karyawan Telkom yang saat ini berada di Divisi Telkom Flexi sebagai karyawan BUMN," katanya.

Padahal, tambah dia, saat ini perjalanan bisnis Flexi sangat prospektif. Untuk itu, tidak ada alasan harus digabung dengan Esia.

"Ke depan, Flexi dan Esia lebih baik bersaing secara sehat.
Kami siap beraudiensi dengan pihak terkait tentang masalah ini," katanya.

karyawan PT Ultrajaya

Ratusan karyawan PT Ultrajaya Tolak “Outsourcing”

Posted by editor | ketenagakerjaan,liputan | Tuesday 30 June 2009 11:11 am
NGAMPRAH, KARIR-UP.COM - Ratusan karyawan PT Ultrajaya, perusahaan minuman kemasan, berunjuk rasa memprotes kebijakan manajemen. Karyawan menduga perusahaan akan memberlakukan sistem outsourcing terhadap mereka. Hal itu terbukti dengan adanya lima belas orang petugas keamanan yang dalam waktu dekat ini akan diberhentikan sepihak, dan menggantikannya dengan tenaga kerja baru.
Hal itu mengemuka dalam aksi yang dilakukan di halaman kompleks gedung PT Ultrajaya, Jln. Gadobangkong, Kec. Ngamprah, Kab. Bandung Barat, Senin (29/6) pagi. Koordinator aksi sekaligus koordinator karyawan Udan Muldan berorasi di depan ratusan karyawan menuntut kejelasan dari pihak direksi mengenai isu perubahan status tersebut. Dalam aksi tersebut, para karyawan menyinggung elemen manajemen yang dinilai mengeluarkan kebijakan yang akan merugikan karyawan.
Para pekerja menuntut sebelas hal yang harus disetujui oleh direksi perusahaan. Di antaranya, menolak sistem outsourcing di PT Ultrajaya dan perusahaan diminta tidak melakukan pemecatan sepihak. Selain itu, mereka menuntut perusahaan tidak melakukan aksi balas dendam dengan memberikan sanksi terhadap para karyawan yang melakukan aksi tersebut.
Selama unjuk rasa berlangsung, koordinator karyawan melakukan beberapa perundingan dengan jajaran direksi. Hal itu untuk melakukan kesepakatan agar tuntutan sekitar enam ratus karyawan tersebut disetujui direksi dengan menorehkan tanda tangan. Meski demikian, direksi belum ada yang berani menghadapi ratusan pegawai yang terpancing emosinya.
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT Ultrajaya Daday Muhtoni menuturkan, pemicu aksi tersebut adalah ketika ada lima belas personel keamanan yang akan dinonaktifkan pada tanggal 24 Juli mendatang. Setelah itu, ada pihak ketiga yaitu perusahaan outsourcing yang akan menyuplai tenaga kerja baru.
Akan diproses
Menjelang tengah hari, Direktur PT Ultrajaya Isnandar menghadapi para demonstran. Dia menuturkan, akan memproses tuntutan karyawan dengan pemilik perusahaan yang saat itu dikabarkan akan tiba sore hari. Menurut dia, dalam kapasitasnya sebagai direktur tidak bisa begitu saja menyetujui sebelas tuntutan karyawan itu karena bukan kewenangannya.
Ditemui terpisah di ruang kerjanya, Isnandar mengungkapkan, sistem outsourcing sudah hampir tiga tahun lalu diterapkan dalam kebijakan perusahaan. Namun, status karyawan outsourcing itu tidak berlaku bagi pegawai yang berada di inti bisnis (core business), yaitu produksi dan pemasaran. Di luar bidang itu, seperti keamanan dan bagian gudang, perusahaan menyerahkan pada pihak ketiga untuk melakukan perekrutan.
“Kelima belas personel keamanan itu jadi kami ’nol’-kan lagi. Kemudian, mereka akan kembali dites oleh pihak ketiga untuk kembali bekerja di perusahaan ini. Kemungkinan dari mereka ada yang tidak akan diterima. Mungkin itu salah satu kekhawatiran dari para karyawan tersebut,” ungkapnya.
Isnandar mengatakan, pihaknya tidak melakukan pemberhentian sepihak. Menyerahkan kuasa perekrutan personel ke pihak ketiga merupakan jalan keluar. 

http://www.karir-up.com/2009/06/ratusan-karyawan-pt-ultrajaya-tolak-outsourcing/